Loading...

Komisaris


Komisaris



Mhd. Firdaus, SE., MM
Komisaris

Mhd. Firdaus, SE., MM

Mhd. Firdaus menjabat sebagai Komisaris PT Riau Petroleum Mahato berdasarkan Akta RUPS-LB Perseroan Terbatas Riau Petroleum Mahato No. 27 tanggal 20 Juni tahun 2025 tentang risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Riau Petroleum Mahato.

Tugas dan Tanggung Jawab

Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi.
Komisaris memiliki tugas fiduciary untuk bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan dan menghindari semua bentuk benturan kepentingan pribadi.
Pengangkatan dan pemberhentian, tugas dan wewenang, serta hak dan kewajiban Komisaris serta hal-hal lain yang bertalian dengan Dewan Komisaris diatur dalam Anggaran Dasar perusahaan serta ketentuan-ketentuan lain berdasarkan best practices tata kelola bisnis.

Komisaris memiliki tugas:
  • Mengawasi Direksi dalam menjalankan kegiatan perusahaan serta memberikan nasihat kepada Direksi.
  • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
  • Mengawasi dan mengevaluasi kinerja Direksi.
  • Mengkaji sistem manajemen.
  • Memantau efektivitas penerapan Good Corporate Governance dan melaporkannya kepada RUPS.
  • Menginformasikan kepemilikan sahamnya pada perusahaan untuk dicantumkan dalam laporan tahunan perusahaan.
  • Mengusulkan auditor eksternal untuk disahkan dalam RUPS dan memantau pelaksanaan penugasan auditor eksternal.
  • Menyusun pembagian tugas masing-masing anggota Komisaris sesuai dengan keahlian dan pengalaman.

Komisaris memiliki kewajiban:
  • Memberikan saran dan pendapat kepada RUPS mengenai RJPP dan RKAP yang diusulkan Direksi serta menandatangani rencana tersebut.
  • Melakukan pengawasan terhadap pengurusan perusahaan, termasuk pengawasan atas pelaksanaan RKAP, usulan perubahan dan perbaikan Anggaran Dasar Perusahaan, serta melakukan penilaian kinerja Direksi.
  • Mengikuti perkembangan kegiatan perusahaan dan segera melaporkan kepada RUPS disertai dengan saran langkah perbaikan dalam hal perusahaan menunjukan gejala kemunduran.
  • Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan tahunan.
  • Dalam hal terjadi kekosongan jabatan Direksi, maka Komisaris wajib menunjuk salah seorang Direksi lainnya sebagai pemangku jabatan yang lowong hingga ditunjuknya pengganti oleh RUPS.
  • Memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi segala ketentuan dan peraturan yang berlaku.
  • Mendokumentasikan materi rapat Komisaris.
  • Melaporkan kepada perusahaan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya dalam perusahaan lain.
  • Membuat laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS.