LUBUK SOBAE (BASERAH) - Kehadiran manajemen PT Riau Petroleum Mahato mempertegas komitmennya mendukung pelestarian Pacu Jalur, tradisi budaya Riau yang telah mendunia.
Sempena dengan itu, Direktur PT Riau Petroleum Mahato menghadiri langsung dan memberikan sambutan pada acara Pembukaan Iven Budaya Pacu Jalur di Tepian Lubuk Sobae, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Rabu (13/8/2026).
Perhelatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Kemeriahan diawali parade pawai serta penampilan karnaval dari perwakilan desa-desa se-Kecamatan Kuantan Hilir. Perhelatan akbar tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Kuansing, H. Mukhlisin.
Dalam sambutannya, Plt Bupati H. Mukhlisin mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terus menjaga denyut tradisi kebanggaan masyarakat Riau. Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Riau Petroleum Mahato Abu Bakar Siddik menyampaikan bahwa tradisi Pacu Jalur bukan sekadar ajang bakayuah (adu kecepatan) di arena tepian Sungai Kuantan, melainkan cermin gotong royong serta ketahanan fisik dan mental masyarakat menghadapi setiap tantangan.
Perahu jalur awalnya merupakan alat transportasi pengangkut hasil bumi dan perniagaan di Baserah sejak akhir abad ke-18. Lalu mulai diperlombakan pada awal tahun 1900-an untuk memperingati Hari Besar Islam. Dan pada era Kolonial Belanda, tradisi ini sempat diarahkan untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina tanggal 31 Agustus setiap tahunnya.
Dijelaskan bahwa eksistensi Pacu Jalur di Baserah memiliki rekam jejak sejarah panjang sebagai pembuka rangkaian iven sebelum bermuara pada puncak pelaksanaan di Tepian Narosa, Telukkuantan.
Seiring perkembangan wilayah dari era Indragiri Hulu hingga pemekaran Kabupaten Kuantan Singingi, Pacu Jalur Baserah terus menjaga akar sejarah kebudayaan tersebut, permulaan di Baserah sebagai Iven Provinsi Riau hendaknya memperebutkan Piala Gubernur Riau, dan dilanjutkan puncaknya, iven nasional di Tepian Narosa, Telukkuantan untuk merebut Piala Presiden RI. Baru setelah Kuansing mekar dari Inhu, muncul pelaksanaan pacu menurut rayon yang bisa memperebutkan Piala Bupari Kuansing.
Dalam sambutan tersebut, Direktur PT Riau Petroleum Mahato selaku tokoh masyarakat juga menekankan sejumlah poin saran mendesak terkait keberlanjutan iven Pacu Jalur ke depannya. Termasuk tentang perlunya dibuat Perda Tentang Tatakelola dan pengaturan pelaksanaan pacu sesuai tingkatan, sehingga ada kepastian dan pedoman baku.
Pelestarian budaya yang bernilai sejarah peradaban, merawat warisan budaya takbenda yang telah diwariskan para pendahulu sejak era kolonial belanda hingga kini agar nilainya tetap terjaga.
Selaku tokoh masyarakat Kuansing, Abu Bakar juga menyinggung penanganan abrasi Sungai Kuantan terhadap arena pacu. Dia menguak tentang pentingnya aksi nyata terhadap kondisi geografis Tepian Sungai Kuantan.
"Pengikisan bibir tebing sungai akibat derasnya aliran air harus menjadi perhatian serius bersama antara masyarakat, pemerintah daerah dan pusat, dan pelaku usaha demi kelestarian lingkungan," ungkapnya.
Melalui dukungan kemitraan strategis ini, PT Riau Petroleum Mahato berharap Pacu Jalur di Baserah semakin maju dan dikenal luas, sekaligus membawa dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. (Bob)