TELUK KUANTAN — Arena Tepian Narosa Teluk Kuantan kembali semarak. Sebanyak 204 jalur dari Riau, Sumatera Barat, hingga Jambi resmi memulai persaingan dalam Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJ-T) 2026 yang dibuka pada Rabu (19/8/2026).
Kharisma Event Nusantara Festival Pacu Jalur ini dibuka secara resmi lewat pemukulan gong oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir. H. S.F. Hariyanto, M.T., IPU., dengan didampingi Deputi Kementerian Pariwisata RI dan Plt Bupati Kuantan Singingi H. Mukhlisin, S.Pd., jajaran Forkopimda Riau (termasuk Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Wakapolda Riau dan Korem 031/Wira Bima), serta jajaran Manajemen PT Riau Petroleum Mahato sebagai wujud sinergi dunia usaha dalam mendukung budaya daerah.
Dalam sambutannya, Plt. Gubernur Riau menegaskan bahwa tradisi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi ini telah dikenal di tingkat internasional dan menjadi magnet utama pariwisata Riau.
"Pacu Jalur bukan lagi sekadar lomba mendayung lokal, melainkan warisan budaya Melayu yang sudah mendunia dan diakui mata internasional. Di dalam laju jalur ini ada nilai gotong royong, keuletan, dan ketangguhan yang kini membawa nama Indonesia ke panggung global," ujar SF Hariyanto.
Ditambahkan bahwa populernya tradisi ini memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang nyata bagi warga lokal. Ribuan wisatawan yang hadir diyakini mampu mendongkrak pendapatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga jasa penginapan.
"Magnet pariwisata itu juga segera membuka akses pembangunan jalan tol Pekanbaru-Kuansing-Rengat dan Kuansung-Dhamasraya-Sumatera Barat," ungkao SF Haryanto, ketika berbincang khusus dengan para tokoh masyarakat Kuansing, usai membuka festival nasional ini.
Selain itu, Pemprov Riau juga menitipkan pesan penting agar masyarakat dan peserta terus menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem Sungai Kuantan, sebagai lokasi digelarnya iven kebudayaan leluhur ini.
Sementara itu, Plt Bupati Kuansing, H. Mukhlisin, S.Pd., menyampaikan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Berdasarkan hasil pengundian di Gedung Narosa, tampil sebanyak 204 jalur, tak hanya berasal dari Kuansing dan Indragiri Hulu, tetapi juga dimeriahkan oleh peserta dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Jambi yang siap bertanding hingga final, pada 23 Agustus 2026.
"Pacu Jalur bukan sekadar lomba dayung. Ini adalah identitas, penjaga marwah budaya, dan pemersatu masyarakat Kuansing. Saya berpesan agar para atlet tetap mengedepankan semangat kekeluargaan. Jangan sombong bagi yang menang, dan jangan patah semangat bagi yang kalah," pangkas Mukhlisin.
Suksesnya acara ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Turut hadir di kursi tamu undangan, termasuk direksi PT Riau Petroleum Mahato. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata dukungan dunia usaha terhadap pelestarian seni budaya daerah.
PT Riau Petroleum Mahato sebagai anak perusahaan dari BUMD PT. Riau Petroleum (Perseroda) menyatakan kekagumannya pada pada Kharisma Event Nusantara seperti Pacu Jalur yang kental semangat kerja sama dan nilai gotong royong dan berharap gelaran ini terus membawa berkah perekonomian bagi masyarakat tempatan.(Bob)