Loading...

Lifting Naik! PB-42 Mahato Semburkan 520 BOPD, Rampung 3 Hari Lebih Cepat


Lifting Naik! PB-42 Mahato Semburkan 520 BOPD, Rampung 3 Hari Lebih Cepat

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar baik datang dari kegiatan pengeboran migas di Wilayah Kerja (WK) Mahato, Riau. Sumur pengembangan PB-42 yang dibor Texcal Energi Mahato Inc berhasil menghasilkan produksi awal 520 barel minyak per hari (BOPD), melampaui target yang ditetapkan sebesar 448 BOPD.

Informasi tersebut disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam laporan Good News kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, serta jajaran pimpinan SKK Migas, Senin (14/9/2026).

Dengan capaian tersebut, produksi Sumur PB-42 mencapai sekitar 117 persen dari target, atau lebih tinggi sekitar 72 BOPD dibandingkan sasaran awal.

Sumur PB-42 berada di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sumur ini merupakan sumur pengembangan bertipe horizontal dengan target reservoir Bekasap Sand C.

Pengeboran menggunakan Rig BDSD#8 berkapasitas 1.500 HP hingga kedalaman akhir 7.655 kaki (ft), dengan panjang section horizontal sekitar 500 kaki.

Teknologi pengeboran horizontal diterapkan untuk memperbesar kontak lubang sumur dengan reservoir. Dengan kontak reservoir yang lebih luas, potensi pengurasan dan produksi minyak diharapkan dapat dioptimalkan.

Yang menarik, keberhasilan PB-42 bukan hanya soal produksi yang melampaui target. Dari sisi waktu pengerjaan, sumur ini juga berhasil diselesaikan lebih cepat dari rencana.

PB-42 mulai ditajak pada 17 Agustus 2026 dan berhasil diselesaikan pada 14 September 2026.

Total waktu pengeboran dan pengujian sekitar 29 hari, atau tiga hari lebih cepat dibandingkan rencana 31 hari.

Menurut laporan Djoko, pencapaian tersebut menunjukkan pelaksanaan kegiatan yang efektif dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Biaya yang direncanakan untuk pengeboran PB-42 mencapai US$5.457.019. Namun, biaya aktual diperkirakan hanya sekitar 91 persen dari rencana, atau sekitar US$4.961.676.

Artinya, kegiatan pengeboran mampu menghasilkan capaian teknis dan produksi yang lebih baik dari target, sekaligus dilakukan dengan biaya lebih rendah dari anggaran yang direncanakan.

Sumur PB-42 kini diproduksikan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) untuk membantu optimalisasi pengangkatan fluida dan menjaga tingkat produksi sumur.

Harapan Lifting Terus Naik

Keberhasilan PB-42 menjadi tambahan kabar positif bagi upaya meningkatkan produksi minyak nasional, khususnya dari WK Mahato.

Kombinasi antara produksi yang mencapai 117 persen target, penyelesaian pekerjaan tiga hari lebih cepat, serta biaya aktual yang hanya sekitar 91 persen dari rencana menjadi indikator positif dalam pengembangan sumur tersebut.

Djoko juga menyampaikan harapan agar keberhasilan serupa dapat berlanjut pada kegiatan pengeboran, workover, dan well service yang masih berlangsung hingga Desember 2026.

“Mohon doa sisa kegiatan pengeboran, workover dan well service sampai Desember juga menghasilkan produksi yang lebih besar dari target,” demikian pesan Djoko dalam laporannya.

Di tengah tantangan menjaga produksi migas nasional, capaian PB-42 memberikan satu pesan sederhana: ketika teknologi, efisiensi operasional, dan eksekusi berjalan beriringan, tambahan produksi minyak masih bisa dikejar.

Doa dan optimisme pun ditutup dengan semangat yang dibawa Texcal Mahato dan SKK Migas: lifting naik — bisa, bisa, bisa.

 

sumber : https://www.ruangenergi.com/lifting-naik-pb-42-mahato-semburkan-520-bopd-rampung-3-hari-lebih-cepat/