Pekanbaru, 09/08/2025 - PT Riau Riau Petroleum Mahato (PT RPM) Men-support sekaligus memberikan motivasi, menyemangati dan menyerahkan sponsorship oleh Direktur Abu Bakar Siddik (ABBS) kepada Anak Binaan Jalur Bernama "Upae Saghok Ghimbo Dusun"

Bantuan dari PT Riau Petroleum Mahato dimaksudkan untuk mendukungjalur binaan pada event balap dayung perahu atau jalur ini. Pada festival warisan budaya tradisi Provinsi Riau, khususnya Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dan Kecamatan Kuantan Hilir di Tepian Lubuok Sobae yang merupakan arena pacuan terbaik dan memiliki fasilitas terlengkap dari arena pacu jalur lainnya.
Saat ini, pacu jalur tradisi lokal Kuansing viral dan mendunia, berkat "aura farming" ini merupakan tradisi budaya berasal dari Masyarakat Baserah, Kabupaten Kuantan Singingi. Kini, Pacu Jalur tidak hanya dikenal di Riau, tetapi telah mendunia.
Sebanyak 131 Jalur Siap Bertanding di Pacu Jalur Lubuk Sobae
Kuantan Hilir, Riau – Sebanyak 131 jalur dipastikan akan meramaikan ajang Pacu Jalur di Tepian Lubuk Sobae, Basrah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi. Jumlah ini merupakan data final yang dirilis panitia penyelenggara menjelang dimulainya perlombaan, antusiasme peserta yang tinggi membuat jumlahnya bertambah menjadi 131 jalur. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam salah satu event kebudayaan terpenting di Riau ini.
Pacu Jalur di Lubuk Sobae merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan kekuatan, kekompakan, dan keindahan seni budaya masyarakat Kuansing.
Perlombaan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari 7 hingga 10 Agustus 2025.
Para peserta dan pendukung dari berbagai desa telah berkumpul untuk memperebutkan gelar juara dan hadiah bergengsi. Selama acara berlangsung, ribuan penonton memadati tepian sungai untuk memberikan dukungan kepada tim favorit mereka.
Pemerintah dan masyarakat setempat terus berupaya melestarikan tradisi ini melalui promosi dan penyelenggaraan festival yang lebih profesional. Harapannya, Pacu Jalur akan terus menjadi daya tarik pariwisata andalan Riau dan menjadi warisan budaya yang membanggakan bagi Indonesia.
Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan dayung biasa. Bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Pacu Jalur adalah jantung budaya, simbol kerja keras, persatuan dan kekompakan, dan warisan leluhur yang terus dijaga hingga kini.
Setiap tahunnya, pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepian Sungai Kuantan menjadi saksi bisu kemeriahan festival yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Pacu Jalur, tradisi ikonik dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tidak hanya sekadar festival perlombaan perahu yang memukau ratusan ribu penonton. Di balik gemuruh tepian Sungai Kuantan, tersimpan nilai-nilai luhur yang secara tidak langsung berkontribusi pada pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, menjadi motor penggerak kemajuan Provinsi Riau.
Selain itu, festival ini adalah pemicu ekonomi kreatif dan kewirausahaan lokal. Para pedagang makanan, pengrajin cinderamata, dan penyedia jasa penginapan mendapatkan manfaat langsung. Hal ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM), menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada sektor formal. Pelatihan soft skill seperti pemasaran, manajemen keuangan sederhana, dan pelayanan pelanggan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem festival.
Pacu Jalur adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang otentik. Ia bukan hanya tentang adu kecepatan di atas air, melainkan tentang jiwa, semangat, dan kebanggaan sebuah komunitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Mengunjungi Kuantan Singingi saat festival Pacu Jalur adalah pengalaman yang tak terlupakan untuk menyelami keindahan tradisi yang otentik dan penuh makna," ujar Abu Bakar Siddik Sebagai Pembina Jalur Upae Saghok.